About

MTS YASTI 1 CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS. YASTI 1 CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS. YASTI 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS YASTI 1 CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

SAS Kls 8

SAS Kls 8
Klik Disini

UJIAN MADRASAH 2026

UJIAN MADRASAH 2026
LINK UJIAN MADRASAH

TO Ujian MAdrasah

TO Ujian MAdrasah
Ayo klik disini

ZONA BELAJAR YASTI

ASAS KELAS 7

ASAS KELAS 7
klik untuk membuka

Kamis, 20 April 2017

Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa


Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa
Karya Tsufik Ismail

Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah ang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi.

Puisi Karya Taufiq Ismail


DENGAN PUISI AKU
(Taufiq ismail)
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Napas jaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya

Sebuah Jaket Berlumur Darah

Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.

Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan Perjuangan.


Syair Orang Lapar

Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan hatimu
Kuiris
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kemarau
Berjajar masuk kubur
Kauulang jua
Kalau.


Karangan Bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi.


Salemba

Alma Mater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak pelahan
Menuju pemakaman
Siang ini.

Anakmu yang berani
Telah tersungkur ke bumi
Ketika melawan tirani.


Memang Selalu Demikian, Hadi

Setiap perjuangan selalu melahirkan
Sejumlah pengkhianat dan para penjilat
Jangan kau gusar, Hadi.

Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
Jangan kau kecewa, Hadi.

Setiap perjuangan yang akan menang
Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
Dan para jagoan kesiangan.

Memang demikianlah halnya, Hadi.


Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua
Pada Anaknya Berangkat Dewasa

Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah ang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi.
PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernyaDadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia
Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkotacuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.1998


Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufik Ismail
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
1966

Membaca Tanda-Tanda Kary Taufiq Ismail

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita
Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya
Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari
Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan
Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru
Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
air
mata
Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?
Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu
Allah
Ampuni dosa-dosa kami
Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda
Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari
Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.
1982


Puisi Kembalikan Indonesia Padaku (Taufik Ismail)

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bolayang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Paris, 1971

Puisi Tentang Ibu Kartini I


Puisi Tentang Ibu Kartini  I

Demi bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Jiwa dan raga Mu
Demi penduduk bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Harta dan benda Mu
Nama Mu Takkan mungkin
Dapat terlupakan karena
Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau merasakan
Kemerdekaan engkau telah
Gugur sebagai pahlawan Indonesia
Ibu R. A. Kartini engkau lah yang
Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia
Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan
Oleh penduduk Indonesia

Puisi Ibu Kartini II

RADEN AJENG KARTINI
Raden Ajeng Kartini...
Kau adalah wanita sejati
Cita -citamu luhur ingin memajukan kaummu
Tak gentar kau melawan takdirmu
Demi kebangkitan kaummu

Raden Ajeng Kartini...
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Kau adalah cerminan bagi kami

Raden Ajeng Kartini...
Dunia kami cerah karenamu
Kini mereka tak memandang rendah pada kami
Kini kami bangga sebagai wanita
Karena kami adalah kehormatan negeri ini

Raden Ajeng Kartini...
Kami berjanji padamu
Untuk memajukan negeri kami
Ingin kami berjuang mengisi kemerdekaan
Dengan ilmu dan kasih sayang kami
Demi mewujudkan cita - cita luhurmu

Puisi Ibu Kartini III

Ibu Kartini ...
Meski kou telah tiada
Namun semangatmu yang membara
Masih membajar hati kaum wanita Indonesia

Lihatlah kini kartini-kartini Modern
Yang terus berjuang dalam semangatmu

Ingin kurasakan lagi hadirmu
Yang selalu menyemangati jiwa
Dan mengingatkan kembali
Bahwa habis gelap pasti terbitlah terang

Puisi Ibu Kartini


Puisi Ibu Kartini Lengkap Terbaru 2017

RADEN AJENG KARTINI


Raden Ajeng Kartini...
Kau adalah wanita sejati
Cita -citamu luhur ingin memajukan kaummu
Tak gentar kau melawan takdirmu
Demi kebangkitan kaummu

          Raden Ajeng Kartini...
          Kau adalah teladan bagi kami
          Kau sejajarkan kami di mata dunia
          Kau adalah cerminan bagi kami

Raden Ajeng Kartini...
Dunia kami cerah karenamu
Kini mereka tak memandang rendah pada kami
Kini kami bangga sebagai wanita
Karena kami adalah kehormatan negeri ini

          Raden Ajeng Kartini...
          Kami berjanji padamu
          Untuk memajukan negeri kami
          Ingin kami berjuang mengisi kemerdekaan

Minggu, 16 April 2017

Visi Misi MTs YASTI 1 Cisaat


MADRASAH TSANAWIYAH (MTs.)  YASTI  1
CISAAT SUKABUMI
VISI, MISI, TUJUAN  DAN STRATEGI
      
1.        VISI SEKOLAH
       Berahlaq mulia, berprestasi tinggi, kreatif dan inovatif berdasarkan keimanan  dan ketakwaan kepada Allah SWT.  
 
2.        MISI SEKOLAH 
- Mengedepankan moral keagamaan sebagai landasan filosofis dalam proses pembelajaran
  disekolah maupun dalam proses bermasyarakat.
- Menumbuhkan penguasaan dan pengamalan nilai-nilai agama dalam prilaku kehidupan
- Mengembangkan  kecerdasan  intelektual,  emosiaonal dan  spiritual  dengan  pengetahuan  
  dan Teknologi
- Mengembangkan sikap kompetitif dan profesional untuk memperoleh kemandirian.
- Mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga berprestasi dan berakhlakulkarimah
- Mewujudkan kemanfaatan madrasah bagi kehidupan masyarakat

3.    TUJUAN
3.1.  Peningkatan Mutu Keagamaan
3.2.  Peningkatan Prestasi Akademik
3.3.  Peningkatan Mutu Terampil Siswa
 3.4.  Peningkatan Prestasi dalam proses pembelajaran
 3.5.  Peningkatan efektivitas, efisiensi dan produktivitas pengelolaan sekolah  

4.    STRATEGI 
1.      Penataan Sekolah
2.      Peningkatan Mutu Sumber Daya
3.      Peningkatan Kualitas Profesi




















Info UAMBN MTs. YASTI 1


MTs. YASTI 17/4/2017.Kementrian Agama telah Resmi Mengeluarkan POS UAMBN tahun pelajaran 2016/2017 dan juga kisi - kisi materi yang akan diujikan meliputi 5 mapel berciri khas madrasah yaitu Bhs. Arab, Aqidah, Qurán Hadits, Fikih dan SKI maka merujuk kebijkan mentri pendidikan bahwa ada tambahan dua mata pelajaran yaitu IPS dan PKn masuk dalam kategori ujian Berstandar Nasional maka dirjen pendis membuat edaran Revisi POS UAMBN Tahun Pelajaran 2016/2017 karena nanti dua mapel tersebut akan berdampingan dalam pelaksanaan ujian tersebut.


Dan beberapa waktu yang lalu, admin Guru Madrasah juga pernah merilis tentang POS UAMBN Tahun Pelajaran 2016/2017,  jadi mungkin ada juga sebagian bapak atau ibu guru madrasah telah mempunyai POS UAMBN tahun 2017 tersebut. Untuk bapak dan ibu guru yang sudah mendownlaod, silahkan download kembali POS UAMBN 2017. Kenapa harus di download lagi? Jawabannya adalah karena POS UAMBN 2017 yang sudah bapak dan ibu download itu sekarang sudah di revisi sejak tanggal 1 Februari 2017.


Hari ini Senin, 17 Maret 2017 Seluruh Peserta Didik Kelas IX MTS  se Indonesia melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional. Tidak ketinggalan MTs yasti 1 Cisaat  sebagai satusatunya Madrasah Swasta Paling Banyak di KAbupaten Sukabumi yang menginduk ke  Induk KKM MTs Negeri Cikembar di Kabupaten Kabupaten Sukabumi.

Tepat pukul 07.15 WIB peserta didik kelas IX telah datang dan bersiap mengikuti Upacara Bendera yang di pimpin oleh perwakilan dari Seksi Mapenda Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Upacara hari ini sekaligus dimulainya pelaksanaan UMBN di MTs. YASTI 1 Cisaat. Tidak ketinggalan seluruh Dewan Guru dan pegawai yang termasuk dalam Panitia dan Pengawas Ujian turut berkumpul melaksanakan upacara bendera.





Yang bertindak sebagai Pembina Upacara, dalam amanatnya berpesan,agar dilaksanakan dengan serius, teliti dalam mengerjakan soal dan memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya. Lembar Jawaban Komputer tersebut akan di koreksi ditingkat provinsi sehingga tidak akan ada manupulasi data tandasnya. Semoga pelaksanaan ujian ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Pelaksanaan UAMBN ini sebagai tolak ukur keberhasilan siswa dalam melaksanakan pembelajaran selama 3 tahun, dan selanjutnya akan menalnjutkan ke jenjang yang lebih tinggi