About

MTS YASTI 1 CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS. YASTI 1 CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS. YASTI 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS YASTI 1 CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi.

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

MTS YASTI I CISAAT

Jalan Veteran No. 66 Cisaat Kabupaten Sukabumi

SAS Kls 8

SAS Kls 8
Klik Disini

UJIAN MADRASAH 2026

UJIAN MADRASAH 2026
LINK UJIAN MADRASAH

TO Ujian MAdrasah

TO Ujian MAdrasah
Ayo klik disini

ZONA BELAJAR YASTI

ASAS KELAS 7

ASAS KELAS 7
klik untuk membuka

Minggu, 09 April 2017

Catatan PMR

Catatan PMR



Mars Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom Pancasila

Gerak Juangnya ke seluruh Nusa
Mendharmakan bhakti bagi Ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi

Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa

7 PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNATIONAL

disahkan di Wina ( Austria )oleh Konferensi International Palang Merah dan Bulan Sabit Merah XX tahun 1965.Terdiri atas :

1.  Kemanusiaan ( Humanity ), Bahwa gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah didirikan berdasarkan keinginan untukmemberikan pertolongan tanpa membedakan korban dalam pertempuran, berusaha mencegah danmengatasi penderitaan sesama manusia.
2.  Kesamaan ( Importiality ), Bahwa gerakan ini tidak membedakan bangsa, suku, agama dan politik, tujuannya semata-mata untukmengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan yang paling parah.
3.  Kenetralan ( Neutrality ), Bahwa gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan Politik, agama, suku,atau ideologi agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak.
4.  Kemandirian ( Independence ), Bahwa gerakan ini bersifat mandiri, tugasnya membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan, harusmentaati peraturan negaranya dan harus menjaga otonomi negaranya sehingga dapat bertindak sesuaidengan prinsip pelang merah.
5.  Kesukarelaan ( Voluntari Service ), Gerakan ini memberi bantuan secara sukarela bukan keinginan mencari keuntungan.
6.  Kesatuan ( Unity ), Gerakan ini dalam suatu negara hanya terdapat satu perhimpunan palng merah atau bulan sabit merahyang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.
7.  Kesemestaan ( Universality ), Bahwa gerakan ini bersifat semesta dimana setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawabyang sama dalam menolong sesama.

Tri Bakti PMR (lama) :
1. Berbakti kepada masyarakat.
2. Mempertinggi ketrampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan.
3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Tri Bakti PMR (sekarang) :
1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat
2. Berkasya da berbakti dimasyrakat
3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional

Palang Merah

ARTI PALANG MERAH : Suatu perhimpunan yang anggotanya memberikan pertolongan secara sukarela kepada setiap manusia yang sedang menderita tanpa membeda-bedakan bangsa, golongan, agama, warna kulit dan politik.

SEJARAH PALANG MERAH INTERNASIONAL
Jean Henry Dunant

Adalah Bapak Palang merah sedunia karena beliaulah pendiri dan peloporberdirinya Palang Merah.J.H. Dunant lahir di Swiss pada tanggal 8 Mei 1828 (ditetapkan sebagai Hari Palang Merah dan BulanSabit Merah Internasional) Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama AntoinetteColladon. 



          Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino Itali Utara, pasukan Prancis dan Italia sedang bertempur melawanpasukan Austria. Pada saat itu H.Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan KaisarPrancis (Napoleon III).H. Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalammenangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terlukaH. Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuanuntuk mereka.
Setelah kembali ke Swiss, H. Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yangberjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya Kenang-kenangan dariSolferino TAHUN 1862. Dalam bukunya H. Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu :

1.   Membentuk organisasi Sukarelawan, yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurityang terluka di medan perang.
2.   Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang,sertasukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan.

9  Februari 1863 empat orang warga Jenewa bergabung dengan H. Dunant 
      untuk mengembangkan keduagagasan tersebut(Komite Lima). Empat orang 
      tersebut adalah :
       
      1. General Dufour
      2. Dr. Theodore
      3. Dr. Louis Appia
      4. Gustave Moynier

Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk Komite Internasional Palang Merah (KIPM) atau International Committee Of the Red Cross (ICRC).Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah Organisasi Sukarelawan di setiap negara, yangbertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarangdisebut LRCS (Loague Of The Red Cross Society) atau LPPMI ( Liga Perhimpunan Palang Merah) yangdibentuk tanggal 5 Mei Tahun 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merahdan Bulan Sabit Merah. Palang Merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaantugasnya pada tanggal 22 Agustus 1864 atas Prakarsa ICRC, Pemerintah Swiss menyelenggarakan konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal denganKonvensi Genewa ( The Genewa Conventions Of August 12 1949 )dengan hasil konfrensi sebagai berikut.

Fungsi Pokok Palang Merah :
-         Perlindungan(proteksi)
-         Perbantuan (asistensi)
-         Kesehatan dan kesejahteraan


TUGAS PALANG MERAH :

Pada Waktu Perang
1.   Membantu Jawatan Kesehatan angkatan Perang
2.   Memberi Pertolongan pada waktu perang

Pada waktu damai
1.   Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan Palang Merah
2.   Menyebarluaskan Cita-cita Palang Merah Berdasarkan Prikemanusiaan
3.   Menyiapkan tenaga dan sarana Kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas palangMerah.
4.   Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah/kecelakaan.
5.   Menyelenggarakan PMR
6.   Turut memperbaiki Kesehatan rakyat
7.   Membantu Mencari Korban Hilang ( TMS ).

Tiga macam Lambang Palang Merah yang resmi diakui Internasional :

1. Palang Merah diatas warna dasar putihAdalah kebalikan dari bendera Swiss sebagai lambang yang diakui untuk menghormati negara Swiss ataukewarganegaraan Dunant.( 1864 )
2. Bulan sabit Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Arab ( 1876 )
3. Singa dan Matahari Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Iran.

Arti Pemakaian Tanda Palang Merah :
·   Pada Waktu Perang, Melindungi korban perang baik sipil atau militer, kesatuan kesehatan dan RS yang ditunjuk sebagai RSPalang merah oleh yang berwajib.
·   Pada Waktu Damai, Di pakai sebagai petunjuk oleh jawatan kesehatan angkatan perang, Palang Merah Nasional danbeberapa Organisasi yang diberi ijin untuk memakainya

SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA

Arti lambang PMI

1. Segi Lima merah melambangkan Pancasila.
2. Warna dasar putih melambangkan ‘Kesucian".
3. Tanda Palang Merah melambangkan ‘Bendera Negara Swiss". "Negara Swiss adalah Negara yang menentang pertumpahan darah" Maka Dari Itu Lambang PMI Untuk :
    a. Menghormati negara SWISS
    b. Pelopor pendirinya adalah warga negara SWISS
    c. Agar Palang Merah benar-benar netral, karena negara SWISS benar-benar negara yang netral

Seperti Palang Merah Internasional, lahirnya PMI juga berkaitan dengan kancah peperangan, diawali pada :

A.    MASA SEBELUM PERANG DUNIA II

1.  21 Oktober 1873 Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie ( NERKAI ) didirikan Belanda.
2.   Tahun 1932 Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan merencanakan mendirikan badan PMI.
3.   Tahun 1940 pada sidang konperensi NERKAI, rencana diatas ditolak karena menurut Pemerintah    Belanda, rakyat Indonesia belum mampu mengatur Badan Palang Merah Nasional.


B.  MASA PENDUDUKAN JEPANG
         Dr. RCL Senduk berusaha lagi untuk mendirikan Badan PMI namun gagal, ditolakPemerintah Dai 
         Nippon.

C.  MASA KEMERDEKAAN RI

3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Dr. Buntaran      
 Martoatmodjo untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Pembentukan PMI dimaksudkan                juga   untuk menunjukan pada dunia Internasional bahwa negara Indonesia adalah suatu fakta yang 
  nyata. 5 September 1945 Menkes RI dalam Kabinet I ( Dr. Boentaran ) membentuk Panitia 5 :
        Ketua              : Dr. R. Mochtar.
        Penulis             : Bahder Djohan.
        Anggota          : - Dr. Djoehana, Dr. Marzuki, & Dr. Sintanala.

17 September 1945 tersusun Pengurus Besar PMI yang dilantik oleh Wakil Presiden RI Moch.      
Hatta yang sekaligus beliau sebagai Ketuanya.
-          Ketua harian    : Dr. Boentaran Marta Armaza
-          Sekretaris        : Dr. Mochtar
-          Bendahara       : Mr. T. Saubari
-          Penasehat        : KH. Raden Adrian

D.    MASA PERANG KEMERDEKAAN
Pada masa itu peperangan terjadi dimana-mana, dalam usia muda PMI menghadapikesulitan, kurang pengalaman, kurang peralatan dan dana. Namun orang-orang secara sukarela mengerahkan tenaganya, sehingga urusan Kepalangmerahan dapat diselenggarakan. Dari pertolongan dan bantuan seperti :
·         Dapur Umum ( DU ).
·         Pos PPPK ( P3K ).
·         Pengangkutan dan perawatan korban pertempuran.
·         Sampai penguburan jika ada yang meninggal.
Dilakukan oleh laskar-laskar Sukarela dibawah Panji Palang Merah yang tidak memandang golongan, agama dan politik. Pada waktu itu dibentuk Pasukan Penolong Pertama ( Mobile Colone ) oleh cabang-cabang, anggotanya terdiri dari pelajar.
E.     BEBERAPA PERISTIWA SEJARAH PMI

1.      Tanggal 16 Januari 1950, Dikeluarkan Keputusan Presiden RI No. 25 / 1950 tentang pengesahan berdirinya PMI.
2.      Tanggal 15 Juni 1950,PMI diakui oleh ICRC.
3.      Tanggal 16 Oktober 1950,PMI diterima menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dengan keanggotaan No. 68.
TUJUAN PMI :
Meringankan penderitaan sesama manusia apapun sebabnya, dengan tidak membedakan golongan, bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
KEGIATAN POKOK PMI :
-          Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana
-          Upaya kesehatan dan usaha transfusi darah
-          Pendidikan dan latihan
-          Pembinaan generasi muda
-          Kesehatan dan kesejahteraan
-          Desiminasi HPI (Hukum Perikemanusiaan Internasional)
-          Restoring Family Links
LAMBANG PMI :
1.      PMI menggunakan lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda PERLINDUNGAN sesuai dengan ketentuan Palang Merah Internasional.
2.      Lambang PMI sebagai anggota Palang Merah Internasional adalah Palang Merah di atas dasar warna putih.
3.      Lambang PMI sebagai Perhimpunan Nasional adalah Palang Merah di atas dasar putih dilingkari bunga berkelopak lima.
KEANGGOTAAN PALANG MERAH INDONESIA
Didalam Anggaran Dasar PMI pada Bab VII pasal 11 disebutkan Organisaasi PMI mempunyai anggota, yaitu :

1.      ANGGOTA REMAJA.

·         Wanita-Pria usia di bawah 18 tahun Warga Negara Indonesia.
·         Mendaftarkan diri secara sukarela di sekolah masing – masing.
·         Mendapat ijin atau persetujuan orang tua.

2.      Anggota Biasa

·         Wanita & Pria diatas umur 19 tahun dan WNI.
·         Mendaftarkan diri secara sukarela atas nama pribadi.
·         Mengetahui asas dan tujuan PMI & bersedia menaati tata tertib PMI.

3.      Anggota Kehormatan

·         Wanita & Pria tanpa batasan umur.
·         Telah berbuat jasa kewpada PMI & diusulkan oleh pengurus untuk diangkat.
·        Bersedia diangkat menjadi anggota kehormatan.
Sumber Daya Manusia PMI :
-         PMR : Tk. Mula (SD), 7-12 tahun, badge warna hijau.
            Tk. Madya(SMP), 13-16 tahun, badge warna biru.
            Tk. Wira(SMA/sederajat), 17-21 tahun, badge warna kuning.
-         Tenaga Sukarela(TSR) : orang yang mau menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran dan dana, bak secara keseluruhan atau sebagian untuk tugas kemanusiaan.
-         Korps Sukarela(KSR) : orang yang telah tercantum sebagai anggota biasa perhimpunan PMI yang menyatakan diri sebagai KSR dengan syarat-syarat tertentu.
-         Pembina teknis PMR
-         Pelatih






SEJARAH PALANG MERAH REMAJA
Palang Merah Remaja :  wadah dari anggota remaja PMI, yang anggotanya dididik menjadi manusia yang berperikemanusiaan yang disiapkan sebagai kader PMI yang baik dan mampu membantu tugas kepalangmerahan.
Latar Belakang :
-         Perang dunia I (1914-1918) saat terjadi peperangan di Australia, Palang Merah Australia kekurangan tenaga penolong, akhirnya mereka mengerahkan anak-anak sekolah untuk membantu sesuai kemampuan, lalu mereka tergabung dalam himpunan yang bernama Palang Merah Remaja.
-         Pada tahun 1919 dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi bagian dari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
PMR di Indonesia :
          Pada Kongres PMI ke-IV, Januari 1950  di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Pemuda yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita abdurrahman. 1 Maret 1950 PMP didirikan secara resmi dan berganti nama menjadi Palang Merah Remaja dengan dasar pendirian Surat Edaran Dirjen Pendidikan No. 1.1-052.1974 tanggal 22 Juni 1974.
Keanggotaan PMR dibagi dalam tiga tingkatan antara lain :
·        PMR MULA                : Setingkat usia murid SD, 7 – 12 tahun, Badge warna HIJAU.
·        PMR MADYA    : Setingkat usia murid SLTP, 13 – 16 tahun, Badge warna BIRU.
·        PMR WIRA                 : Setingkat usia murid SLTA, 17 – 21 tahun, Badge warna KUNING.


TANDU
Tandu adalah suatu alat yang terdiri dua buah tongkat panjang dan dua buah tongkat pendek yang dipadukan dengan tambang dan kain segingga membentuk suatu anyaman yang dipergunakan untuk membawa korban kecelakaan.
Fungsi Tandu :
·       Sebagai alat bantu mengangkat korban yang bersifat darurat.
·       Untuk mengangkut barang-barang korban.
 Alatnya Terdiri Atas :
·       Dua buah tongkat panjang (Longer) dengan ukuran 225 cm.
·       Dua buah tongkat pendek (Blander) dengan ukuran 60 cm.
·       Tali tambang dengan ukuran 28 meter atau 13-14 meter

Ukuran :
·        Pegangan Panjang 23-25 cm
·        Pegangan Pendek 3-5 cm
·        Jarak antar jangkar 19-21 cm
·        Jumlah jangkar 14 buah
·        Lebar tandu 40-45 cm
·        Sisa tali max. 5 cm

PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan Pertama (PP) adalah pertolongan segera yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. 
Ini berarti :
·       Pertolongan Pertama harus diberikan secara cepat.
·       Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban

Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk :
·       Mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut
·       Membuat keadaan penderita tetap stabil
·       Mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas
·       Menghindarkan kecacatan yang lebih parah

Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.

Prinsip Dasar Pertolongan Pertama
Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan adalah sebagai berikut:

·        Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya
·        Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
·        Biasakan membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.


Klasifikasi Penolong:

a.   Orang Awam, Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama
b.   Penolong pertama, Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI
c.    Tenaga Khusus/Terlatih, Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan

Agar dapat menjalankan tugas, petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut
·           Jujur dan bertanggungjawab.
·           Memiliki sikap profesional, kematangan emosi. dan Kemampuan bersosialisasi.
·           Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik
·           Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI.

Apa saja Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama ?
·           Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
·           Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
·           Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
·           Meminta bantuan / rujukan
·           Melakukan komunikasi dengan petugas yang terlibat
·           Mempersiapkan untuk ditransportasikan
·           Menjaga kerahasiaan medis si penderita

Peralatan Dasar Pelaku Pertolongan Pertama (Alat Pelindung Diri)

1.   Sarung Tangan Lateks
2.   Kacamata Pelindung
3.   Baju pelindung
4.   Masker Penolong
5.   Masker RJP
6.   Helm

Peralatan yang dibutuhkan dalam Pertolongan Pertama :
·       Penutup Luka misalnya kasa steril
·       Pembalut misalnya pembalut segitiga(mitella) dan pembalut gulung
·       Cairan Antiseptik misalnya alkohol/rivanol
·       Peralatan stabilisasi (misalnya bidai dan papan spinal panjang)
·       Gunting
·       Senter
·       Selimut

Alat Bantu pada Pertolongan Pertama 
1.   Perban
Perban adalah bahan yang digunakan untuk menutup luka dengan tujuan untuk membantu menghentikan pendarahan dan menyerap cairan yang keluar dari luka juga mencegah terjadinya kontaminasi kuman.
2.   Pembalut / bebat
Bebat atau balutan adalah bahan yang sering digunakan untuk melapis luka sehabis diperban.
3.   Mitella (pembalut segitiga)
Bahan pembalut dari kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan berbagai ukuran.
4.   Dasi (cravat)
Merupakan mitella yang dilipat-lipat dari salah satu ujungnya sehingga berbentuk pita dengan kedua ujung-ujungnya lancip dan lebarnya antara 5-10 cm. Pembalut ini biasa dipergunakan untuk membalut mata, dahi (atau bagian kepala yang lain), rahang, ketiak, lengan, siku, paha, lutut, betis, dan kaki yang terkilir.
5.   Pita (pembalut gulung)
Dapat terbuat dari kain katun, kain kasa, flanel atau bahan elastis. Yang paling sering adalah kasa. Hal ini dikarenakan kasa mudah menyerap air dan darah, serta tidak mudah kendor
6.   Plester (pembalut berperekat)
Pembalut ini untuk merekatkan penutup luka, untuk fiksasi pada sendi yang terkilir, untuk merekatkan pada kelainan patah tulang. Cara pembidaian langsung dengan lester disebut strapping. Plester dibebatkan berlapis-lapis dari distal ke proksimal dan untuk membatasi gerakan perlu pita yang masing-masing ujungnya difiksasi lengan plester.
7.   Kassa Steril
Kasa steril ialah potongan-potongan pembalut kasa yang sudah disterilkan dan dibungkus sepotong demi sepotong. Pembungkus tidak boleh dibuka sebelum digunakan. Digunakan untuk menutup luka-luka kecil yang sudah didisinfeksi atau diobati (misalnya sudah ditutupi sofratulle), yaitu sebelum luka dibalut atau diplester.
8.   Bidai
Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi), memberikan istirahat dan mengurangi rasa sakit. Maksud dari immobilisasi adalah:
1.   Ujung-ujung dari ruas patah tulang yang tajam tersebut tidak merusak jaringan lemah,
     otot-otot, pembuluh darah, maupun syaraf.
2.   Tidak menimbulkan rasa nyeri yang hebat, berarti pula mencegah terjadinya syok karena
     rasa nyeri yang hebat.
3.   Tidak membuat luka terbuka pada bagian tulang yang patah sehingga mencegah terjadinya
     infeksi tulang.
Pembidaian tidak hanya dilakukan untuk immobilisasi tulang yang patah tetapi juga untuk sendi yang baru direposisi setelah mengalami dislokasi. Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor sehingga gampang mengalami dislokasi kembali, untuk itu setelah diperbaiki sebaiknya untuk sementara waktu dilakukan pembidaian.

Pembidaian dan Pembalutan
    Pembidaian
    Pembidaian adalah suatu cara penyembuhan patah tulang dengan menggunakan kain segitiga dan beberapa kayu yang sudah di ukur.
Syarat-syarat pembidaian :
·           bidai dan kain harus steril.
·           bidai yang digunakan harus ringan dan kuat.
·           pembidaian jangan terlalu keras dan longgar.
·           pembidaian harus meliputi dua sendi diantara dua tulang yang patah.

Tujuan pembidaian mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang dan mengurangi rasa sakit.
Cara pembidaian :
·           menyiapkan peralatan.
·           mengukur panjang bidai yang digunakan.
·           masukkan pembalut pada sela-sela bawah.
·           ikat bidai dengan pembalut.

PEMBALUTAN
    Pembalutan adalah suatu cara penyembuhan dengan cara menutup luka untuk mencegah pendarahan dan rasa sakit.
Fungsi pembalutan adalah mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya infeksi.
Macam-macam pembalutan :
1.           Pembalutan cepat: Pembalutan yang digunakan dengan cepat dan tepat.
2.           Pembalutan gulung   : Pembalutan dengan cara menggulung kain untuk menutupi luka.
3.           Pembalutan mitella: Pembalutan dengan menggunakan mitella (kain segitiga).
4.           Pembalutan gips: Menutup luka dengan cara di tutup dengan semen putih.
5.           Pembalutan perban/kain kasa.
6.           Pembalutan pundai.

Macam-macam lipatan/slap :
1.   Slap dua: Untuk membalut telapak tangan, kepala bagian ubun-ubun, telapak kaki dan perut.
2.   Slap empat: Untuk membalut siku, tangan dan kaki.
3.   Slap delapan : Untuk membalut pelipis.
4.   Slap enam belas: Untuk membalut ibu jari 
·         Tandu
·         Tensimeter dan Stetoskop
·         Kapas
·         Pinset
·         Alat Tulis
·         Kartu penderita(kartu luka)
·         Oksigen










ANATOMI & ILMU FAAL
Anatomi
-Ilmu yang mempelajari susunan tubuh
Dan bentuk tubuh

Fisiologi (Faal Tubuh)
-Ilmu yang mempelajari Faal (Fungsi )
Bagian dari alat atau jaringan tubuh

Posisi Anatomis
Yaitu : Berdiri tegak, kedua lengan disamping tubuh
         telapak tangan menghadap kedepan.
Secara garis besar, tubuh manusia dibagi :
  • 1.   Kepala
  • 2.   Leher
  • 3.   Batang Tubuh ( Dada,Perut,Punggung & Panggul )
  • 4.   Anggota Gerak atas
  • 5.   Anggota Gerak bawah
  • Rongga Tubuh
  • 1.   Rongga Tengkorak
  • 2.   Rongga Tulang Belakang
  • 3.   Rongga Dada
  • 4.   Rongga Perut
  • 5.   Rongga Panggul

Perut ( Abdomen )
1.   Kwadran kanan atas ( Organ hati, kandung empedu,
     pankreas & usus )
2.   Kwadran Kiri Atas ( Organ Lambung,Limpa & usus )
3.   Kwadran kanan bawah ( terutama organ usus termasuk
     usus buntu )
4.  Kwadran kiri bawah ( terutama usus )

KEDARURATAN MEDIS

KEJANG
Merupakan kekakuan tubuh atau alat alat gerak akibat
kontraksi dan atau relaksi otot yang tidak terkontrol.
Penyebab :

  1. Penyakit kronis tertentu
  2. Epilepsi
  3. Hipoglekimia ( kadar gula rendah )
  4. Keracunan ( alkohol / obat )
  5. Stroke
  6. Demam ( umumnya balita )
  7. Infeksi
  8. Cedera kepala / tumor otak
  9. Komplikasi kehamilan
  10. Secara umum kejang akan terhenti dengan sendirinya
  11. Dan sebagai penolong tidak banyak yang dilakukan
  12. Yang terpenting adalah jaga pernafasan dan bahaya disekitar

AYAN ( EPILEPSI )
Kekakuan tubuh & anggota gerak untuk beberapa saat
yang disertai kejang dan diikuti hilangnya kesadaran.
Gejala & tanda :

  1. Pandangan kosong
  2. Teriakan tercekik
  3. Jatuh tiba-tiba
  4.  Wajah & leher sianosis
  5.  Gerakan kejang otot
  6.  Tidak ada respon
  7. Mulut berbuih
  8.  Bab & Bak secara spontan
  9. Penderita sadar pada waktu yang tidak lama

Setelah kejang biasanya korban kelelahan dan tertidur
Pertolongan
•         Lindungi Penderita dari Cidera lain
•         Jangan menahan atau melawan kejang
•         Lindungi lidah penderita dari tergigit
•         Posisi miring stabil segera
•         Bila serangan telah berlalu, istirahatkan penderita dengan nyaman
PINGSAN
terjadi karena peredaran darah yang keotak
berkurang.
Gejala & tanda :
1.   Perasaan linglung
2.   Pandangan berkunang-kunang
3.   Lemas, keluar keringat dingin
4.   Menguap
5.   dapat menjadi tidak respon
6.   Denyut nadi lambat


Pertolongan
•         Bawa penderita ketempat yang aman
•         Usahakan penderita menghirup udara segar
•         Baringkan Penderita dengan tungkai ditinggikan
•         Longgarkan pakaian / yang mengikat
•         Periksa cidera lainnya
•         Beri selimut
•         Beri rangsangan wangi-wangian / posisi air way
•         Bila pulih, usahakan istirahat beberapa menit
•         Bila tidak pulih, maka : - Periksa Nafas dan Nadi
                        - Posisi Miring Stabil
                        - Bawa ke RS/Dokter 

Kempo


ipt -->
<
Extrakurikuler Kempo






Sangkuriang

Cerita Rakyat Populer – Sangkuriang
Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.
Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.
Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya.
Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya.
Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.
Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.
Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar.
Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.
Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

Asal Mula Salatiga

Cerita Rakyat Nusantara – Asal Mula Salatiga
Dulu, kabupaten Semarang termasuk wilayah kesultanan Demak. Daerah ini diperintah oleh seorang Bupati bernama Ki Ageng Pandanaran. Beliau seorang Bupati yang ditaati rakyat. Selain berwibawa, beliau juga kaya raya.
Akan tetapi, lama kelamaan beliau makin memperkaya diri sendiri. Beliau tidak lagi mempedulikan rakyatnya. Sunan Kalijaga penasehat Sultan Demak, bermaksud mengingatkan sang Bupati. Dengan berpakaian compang-camping, beliau menyamar sebagai pedagang rumput. Beliau menawarkan rumput kepada Ki Ageng. Ki Ageng mau membeli rumput itu dengan harga murah. Sunan Kalijaga tidak mau memberikannya.
Akhirnya, Ki Ageng marah dan mengusir Sunan Kalijaga. Sebelum pergi, Sunan Kalijaga berkata bahwa dia dapat menunjukkan cara memperoleh kekayaan dengan mudah. Sunan Kalijaga kemudian meminjam cangkul. Sunan Kalijaga lalu mencangkul tanah di depan kabupaten. Ki Ageng kaget ketika melihat bongkahan emas sebesar kepala kerbau di balik tanah yang di cangkul Sunan Kalijaga. Ki Ageng lalu memerhatikan pedagang rumput itu dengan seksama. Setelah tahu siapa sebenarnya, ia pun terkejut. Kemudian, ia minta maaf. Ia pun bersedia dihukum karena kesalahannya. Sunan Kalijaga memaafkan Ki Ageng. Sunan Kalijaga berpesan agar Ki Ageng kembali memerintah dengan cara yang benar.
Sejak kejadian itu, hidup Ki Ageng menjadi gelisah. Beliau lalu memutuskan untuk menebus kesalahannya. Beliau meninggalkan jabatan Bupati. Beliau ingin mengikuti jejak Sunan Kalijaga menjadi penyiar agama. Beliau pun berniat pergi ke gunung Jabaikat. Beliau akan mendirikan pesantren disana. Nyai Ageng ingin ikut bersama Ki Ageng. Ki Ageng memperbolehkan Nyai Ageng ikut, tetapi dengan syarat, Nyai Ageng tidak boleh membawa harta benda.
Pada waktu yang ditentukan, Nyai Ageng belum siap. Beliau masih sibuk. Nyai Ageng ternyata mengatur perhiasan yang akan dibawanya dalam tongkat bambu. Ki Ageng lalu berangkat duluan. Setelah siap, Nyai Ageng lalu menyusul. Ditengah jalan, Nyai Ageng dihadang tiga perampok yang meminta hartanya. Akhirnya semua perhiasan yang dibawa diberikannya kepada perampok.
Nyai Ageng menyusul Ki Ageng. Setelah bertemu, Nyai Ageng menceritakan peristiwa yang dialaminya. Ki Ageng berkata bahwa kelak, tempat Nyai Ageng dirampok akan dinamakan “Salatiga”, berasal dari kata salah dan tiga, yaitu tiga orang yang bersalah.

Asal Mula Danau Toba

Cerita Rakyat Indonesia – Asal Mula Danau Toba
Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.
Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.
Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.
Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.
Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba.

Tobelo Cerita Rakyat Ternate

Tobelo
Imam Jafar Nuh adalah penguasa Kesultanan Ternate yang hidup pada zaman dahulu. Sultan Jafar beristrikan seorang hidadari dari Kahyangan yang kecantikan wajahnya tidak ada yang menandinginya.
Pada suatu hari datanglah adik permaisuri Sultan Jafar Nuh dari Kahyangan. Gajadean namanya. Ia bermaksud menjenguk kakaknya. Beberapa saat tinggal di istana Kesultanan Ternate, Gajadean merasa betah. Akhirnya, Gajadean bahkan enggan kembali ke Kahyangan. Mendapati sikap adik iparnya itu Sultan Jafar Nuh lantas berkehendak mengangkat Gajadean sebagai sangaji (artinya : Penguasa suatu wilayah yang berada di hawah kekuasaan kesultanan atau kerajaan)
Kata Sultan Jafar Nuh, "Aku hendak mengangkatmu sebagai sangaji di Tobelo. Engkau berhak menyandang gelar selaku sultan."
"Terima kasih, Kanda," jawab Gajadean,
"Namun yang perlu engkau perhatikan, sebag ai sangaji engkau berkewajiban nnenyerahkan upeti ke Kesultanan Ternate seperti halnya para sangaji lainnya."
Gajadean menyatakan kesanggupannya untuk mematuhi pesan Sultan Jafar Nuh. Tidak herapa lama kemudian Gajadean pun menuju Tobelo dan segera membenahi daerah kekuasaan barunya itu. la mendirikan sebuah istana yang megah dan memperkuat pertahanan tobelo dengan mengangkat para prajurit juga menunjuk dua orang yang telah ternama kesaktian dan ketangguhannya selaku kapitan. Keduanya adalah Kapitan Metalomo dan Kapitan Malimadubo. Dalam pemerintahan Gajadean yang adil dan bijaksana, Tobelo pun menjadi daerah yang maju. Rakyat Tobelo lebih makmur dan sejahtera dibandingkan sebelumnya. Rakyat Tobelo sangat menghormati dan mematuhi perintah Gajadean. Terlebih-lebih mereka juga mengetahui jika sangaji mereka itu berasal dari Kahyangan.

Sesuai janji yang diucapkannya pada Sultan Jafar Nuh, setiap tahun Gajadean senantiasa mengirimkan upeti ke Kesultanan Ternate. Upeti itu berupa beras, kelapa, dan hasil pertanian lainnya. Gajadean langsung memimpin penyerahan upeti itu.
Syandan, Gajadean kembali memimpin penyerahan upeti ke Kesultanan Ternate. Setelah menyerahkan upeti, Gajadean berniat kembali ke Tobelo. Sangatlah marah Gajadean ketika mendapati terompah2 yang semula dikenakannya tidak lagi ada di tempatnya semula. la telah memerintahkan pengawal dan prajurit pengiringnya untuk mencari, namun terompah kesayangannya itu tidak juga ditemukan. Tanpa lagi mengenakan alas kakinya, Gajadean kembali pulang ke Tobelo. Ia sangat yakin, Sultan Jafar Nuh telah mengambil terompah kesayangannya. Ia sangat marah dan ingin membalas perlakuan kakak iparnya yang diyakininya mengambil terompah kesayangannya itu.
Setibanya di Tobelo, Gajadean terus memikirkan terompah indah kesayangannya itu. Setiap kali la memikirkan, kebenciarnya pada Sultan Jafar Nuh kian membesar. Dendamnya pada kakak iparnya itu kian menjadi-jadi. Tersulut oleh dendam dan kemarahannya. Gajadean lantas memerintahkan segenap rakyat Tobelo untuk mengumpulkan kotoran mereka dan memasukkannya pada guci-guci besar. Perintah tersebut sesungguhnya membuat rakyat Tobelo keheranan, kebingungan, dan serasa tidak habis mengerti. Namun demikian, mereka patuh menjalankan perintah Sultan Gajadean tersebut.

Selama setahun segenap rakyat Tobelo mengisi guci-guci besar itu dengan kotoran mereka yang bau lagi menjijikkan tersebut. Hingga waktu penyerahan upeti ke Kesultanan Ternate pun tiba. Gajadean kembali ke Kesultanan Ternate untuk menyerahkan upeti. Bukan beras, kelapa, dan aneka hasil pertanian rakyat Tobelo seperti biasanya yang dikirimkan ke Kesultanan Ternate, melainkan guci-guci besar berisi kotoran rakyat Tobelo.
Seperti tidak menyimpan dendam dan kemarahan, Gajadean berbincang-bincang akrab dengan Sultan Jafar Nuh setibanya ia di Kesultanan Ternate. Setelah penyerahan upeti itu selesai, Gajadean beserta rombongan Tobelo pun meminta diri untuk kembali ke Tobelo.
Sepeninggal Gajadean, Sultan Jafar Nuh memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk membuka upeti dari Tobelo sebelum disimpan di lumbung kerajaan. Betapa terperanjatnya Sultan Jafar Nuh setelah mendapati isi guci-guci besar itu. Seketika itu kemarahannya pun meluap. Ia merasa kehormatannya selaku sultan sangat dilecehkan adik iparnya.
"Ini sebuah penghinaan!" seru Sultan Jafar Nuh dengan kemarahan meninggi. "Secara nyata Gajadean dan rakyat Tobelo telah meruntuhkan kehormatanku dan Kesultanan Ternate. Penghinaan dan pelecehan kehormatan ini harus dibalas! Kita akan gempur Tobelo untuk menunjukkan kehormatan dan kewibawaan Kesultanan Ternate!"

Peperangan antara Kesultanan Ternate dan Tobelo pecah, berlangsung sangat sengit. Seiring berlalunya sang waktu, semakin sengit peperangan itu. Dengan mengerahkan siasat dan strategi perang tertentu, akhirnya Kesultanan Ternate dapat mengalahkan kekuatan Tobelo pendukung Sultan Gajadean.
Setelah mengalami kekalahan, kekuatan Tobelo menjadi centang-perenang. Sebagian dari mereka terpaksa harus berlari ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri. Sebagian yang lain harus bersembunyi di bukit dan gunung untuk menghindarkan diri dari serangan prajurit-prajurit Kesultanan Ternate. Sultan Gajadean pun turut mengungsi. Entah mengungsi ke mana adik ipar Sultan Jafar Nuh tersebut hingga keluarga maupun para prajurit Tobelo kemudian yang berusaha mencarinya tidak menemukannya. Berbagai usaha telah dilakukan, namun keberadaan Sultan Gajadean tidak ditemukan.
Kapitan Metalomo dan Kapitan Malimadubo segera menggalang kekuatan. Keduanya tetap berniat menegakkan pemerintahan di Tobelo. Karena keberadaan Sultan Gajadean tidak juga diketemukan, keduanya memimpin pemerintahan Tobelo secara sementara. Hingga akhirnya mereka semua kembali ke Tobelo setelah kekuatan prajurit Kesultanan Temate kembali pulang.

Sultan Gajadean tetap juga tidak ditemukan dan juga tidak kembali ke Tobelo. Kapitan Metalomo dan Kapitan Malirnadubo beserta rakyat Tobelo lantas bersepakat untuk menentukan sultan baru sebagai pengganti Sultan Gajadean. Secara utuh mereka bersepakat menunjuk Kobubu, anak lelaki Sultan Gajadean, menjadi sultan Tobelo yang baru. Keadaan di Tobelo pun berangsur-angsur membaik setelah Kobubu menjalankan pemerintahannya.
Syandan pada suatu hari, Mama Ua, anak perempuan Sultan Gajadean, pergi ke pantai dengan diiringi dayang-dayang dan juga para prajurit pengawal. Setibanya di pantai, Mama Ua melantunkan sajak:
Papa Ua nyao deo
Kabunga manyare-nyare
Toma buku molitebu
(Orang yang tidak berkeluarga, seperti ikan di tepi pantai, di pinggir pantai di kaki gunung)
Keajaiban pun terjadi setelah Mama Ua mengakhiri sajaknya. Mendadak muncullah gugusan pulau di depan wilayah Tobelo. Pulau-pulau itu membentang dari wilayah Mede hingga di depan wilayah Tobelo.
Pesan Moral dari Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Nusantara Asal Mula Pulau-Pulau di Tobelo adalah Suatu masalah hendaklah diselidiki baik-baik dan kemudian dicarikan jalan keluarnya secara baik-baik. Kecerobohan dalam memutuskan sesuatu dapat menyebabkan munculnya masalah baru yang jauh lebih besar dampak buruknya.
  1. Kumpulan-Kumpulan Cerita Rakyat : Legenda Pulau Nusa

Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Nusantara Pulau Nusa
Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Nusantara Pulau Nusa
Tersebutlah seorang lelaki bernama Nusa. Ia tinggal di pinggir Sungai Kahayan bersama istri dan adik iparnya. Nusa setiap hari menggarap sawah dan juga menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Suatu ketika terjadi musim kemarau yang terus berkepanjangan. Sungai dan mata air mengering. Aneka tanaman merenggas dan layu. Seperti halnya warga lainnya, Nusa merasakan kesulitan yang sangat dalam musim kemarau yang berkepanjangan itu. Tanaman di sawahnya layu dan mati, diapun kesulitan untuk mencari ikan di sungai yang surut airnya itu. Nusa pun berkehendak untuk pindah ke daerah lain yang masih mempunyai sumber air untuk mendapatkan kehidupan yang lebih balk. Setelah menyiapkan bekal secukupnya, Nusa mengajak istri dan adik iparnya untuk berangkat. Dengan menaiki sebuah perahu kecil, mereka menuju hilir Sungai Rungan.
Perjalanan mereka menuju hilir Sungai Rungan itu tidak dapat lancar mereka lakukan. Sebatang pohon besar yang tumbang menghalangi laju perahu mereka. Satu-satunya cara agar mereka dapat meneruskan perjalanan adalah memotong batang pohon besar itu. Nusa dan adik iparnya segera bekerja memotong batang pohon itu dengan kapak. Sangat besar batang pohon itu hingga Nusa dan adik iparnya harus bekerja keras selama berjam-jam. Akibatnya, Nusa merasa lapar yang sangat. Nusa berkehendak mencari makanan di hutan untuk menghemat bekal mereka yang tidak seberapa. Nusa lalu mengajak adik iparnya menuju hutan.
Nusa menemukan telur yang cukup besar. Sekitar dua kali ukuran telur angsa. Nusa tidak mengetahui telur apa yang ditemukannya itu. Ia kemudian merebus telur itu dan memakannya sendirian karena istri dan adik iparnya tidak mau memakannya. Istrinya bahkan menyarankan agar Nusa tidak memakan telur itu. Namun, Nusa tetap bersikeras untuk memakannya.
Di tengah malam, Nusa terbangun dari tidurnya. Ia merasakan tubuhnya gatal luar biasa. Di sekujur tubuhnya juga terlihat bintik- bintik kemerah-merahan. Nusa telah menggaruk bagian-bagian tubuhnya, namun tidak juga mereda rasa gatal yang dirasakannya. Segera dibangunkannya istri dan adik iparnya untuk membantunya menggaruk. Namun demikian, Nusa tetap merasa gatal. Berbagai cara telah dilakukan, tetap juga rasa gatal yang dirasakan Nusa itu tidak juga berkurang. Adik ipar Nusa yang kebingungan lantas mencari bantuan ke perkampungan terdekat.
Keesokan paginya tubuh Nusa mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. Bintik-bintik berwarna kemerah-merahan di sekujur tubuh Nusa telah berubah menjadi sisik-sisik. Tubuh Nusa dari bagian perut hingga kaki telah juga memanjang hingga menyerupai bentuk naga. Hanya bagian wajah hingga dadanya saja yang masih menyerupai manusia. Dalam keadaan seperti itu Nusa pun berujar pada istrinya, "Aku rasa, semua yang terjadi pada diriku ini bermula dari telur yang kumakan. Telur itu tentu telur naga. Sungguh, aku menyesal karena tidak mendengarkan nasihatmu. Namun, bagaimanapun halnya, penyesalanku tidak lagi berguna. Tuhan telah menakdirkan aku menjadi naga. Aku harus menerima takdirku ini"
Istri Nusa hanya bisa bersedih hati mendapati kejadian yang menimpa suaminya. Sementara warga yang dimintai tolong adik ipar Nusa akhirnya berdatangan. Mereka terheran-heran mendapati wujud Nusa tanpa bisa melakukan suatu tindakan apapun untuk menolong Nusa.
Di hadapan semuanya, Nusa berpesan, malam nanti akan turun hujan yang sangat lebat disertai angin badai yang dahsyat. Guntur dan petir akan sambar-menyambar: Air sungai Rungan akan meluap hingga membanjiri daerah-daerah di sekitar sungai Rungan itu. Nusa juga berpecan agar istrinya, adik iparnya, dan juga segenap warga mengungsi ke daerah yang aman. Nusa lantas meminta agar tubuhnya yang telah berubah menjadi naga dengan panjang lebih dari tiga kali pohon kelapa itu digulingkan ke sungai. Ia tidak tahan dengan terik panas sinar matahari. Naga jelmaan Nusa itu lantas berenang menuju muara Sungai Kahayan.
Pesan Nusa terbukti benar. Pada malam harinya keadaan di daerah itu persis seperti yang dipesankan Nusa. Hujan turun sangat deras, angin badai dahsyat menerjang, diiringi guntur dan petir yang sambung-menyambung. Permukaan Sungai Rungan terus meninggi dengan cepat. Banjir pun terjadi. Ketinggian air di daerah itu bahkan melebihi tingginya pepohonan. Istri Nusa, adik ipar Nusa, dan warga yang mendengarkan pesan Nusa dapat selamat setelah mengungsi di tempat yang aman.
Banjir besar di Sungai Rungan menyebabkan tubuh Nusa terbawa arus hingga akhirnya ia tiba di Sungai Kahayan. Sebelum menuju lautan luas, Nusa berkehendak berdiam di sebuah teluk yang dalam. Ia pun memangsa ikan-ikan yang berada di teluk itu. Ikan-ikan yang berdiam di muara Sungai Kahayan itu menjadi cemas dengan kehadiran Nusa. Dengan nafsu makannya yang luar biasa, para ikan khawatir, Nusa akan memangsa mereka semua. Para ikan lantas bertemu dan berunding untuk mencari cara agar terbebas dari malapetaka yang diakibatkan Nusa itu. Ikan saluang tampil dengan rencananya yang akhirnya disetujui oleh para ikan.
Ikan saluang lalu menghampiri Nusa untuk mewujudkan rencananya. Ia sebutkan kepada Nusa, bahwa di laut luas ada seekor naga besar yang hendak menantang Nusa. Katanya, "Tuan Naga, naga di laut itu ingin mengadu kesaktian dengan Tuan untuk membuktikan siapa naga terkuat."
Nusa sangat geram mendengar laporan ikan saluang. "Seberapa besar naga di taut itu?" tanyanya.
"Sesungguhnya naga itu tidak sebesar Tuan Naga," jawab ikan saluang. "Namun keberaniannya sungguh luar biasa tinggi. Ia sangat terusik dengan kehadiran Tuan Naga di muara Sungai Kahayan ini. Menurut kabar yang saya dengar, naga itu tengah menuju ke muara Sugai Kahayan ini untuk menyerang Tuan Naga!"
Bertambah-tambah kegeraman Nusa. Ingin segera didatanginya naga itu dan mengadu kekuatan dengannya. Namun, ikan saluang menyarankan agar Nusa menunggu saja di muara Sungai Kahayan itu. "Hendaklah Tuan Naga menyimpan tenaga untuk menghadapi naga besar itu di tempat ini. Jika Tuan Naga mencarinya di Laut luas, bisa jadi Tuan Naga akan ketelahan. Bukankah naga itu bisa
mengalahkan Tuan Naga jika Tuan Naga ketelahan?"
Nusa setuju dengan saran ikan saluang. Berhari-hari Nusa terus menunggu kedatangan naga besar dari taut dengan sikap waspada. Selama menunggu itu ia tidak berani tidur. Ia khawatir naga di laut itu akan menyerangnya ketika ia tengah tertidur. Karena telah berhari-hari tidak tidur, Nusa menjadi sangat mengantuk. Tertidurlah ia tak lama kemudian.
Ketika mengetahui Nusa tertidur, ikan saluang mendekati ekor Nusa. Berteriaklah ia sekeras¬kerasnya, "Bangun Tuan Naga! Musuhmu telah datang! Musuhmu telah datang!"
Nusa terperanjat mendengar teriakan ikan saluang. Cepat ia memutarkan kepalanya. Gerakannya yang tiba-tiba itu membuat air sungai bergolak-golak. Ia menyangka bergolaknya air sungai itu disebabkan kedatangan musuhnya yang akan menyerangnya. Padahal, bergolaknya air itu disebabkan oleh gerakan ekornya sendiri. Nusa langsung menyerang. Digigitnya ekornya sendiri yang disangkanya musuhnya itu hingga ekornya terputus!
Nusa menjerit kesakitan ketika ekornya putus. Ikan saluang segera memanggil ikan-ikan lainnya untuk menggigiti luka pada tubuh Nusa. Nusa yang tidak berdaya kian kesakitan akibat gigitan ikan-ikan itu. Kekuatan tubuhnya terus melemah dan ia pun akhirnya tewas setelah kehabisan darah. Seluruh ikan terus memangsa dagingnya hingga hanya tersisa tulang-belulang Nusa.
Tulang-belulang Nusa akhirnya tertimbun oleh lumpur dan tanah. Aneka pepohonan kemudian tumbuh di tempat itu hingga akhirnya terbentuk sebuah pulau. Warga menyebut pulau di muara Sungai Kahayan itu dengan nama Pulau Nusa.
Pesan Moral dari Kumpulan-Kumpulan Cerita Rakyat : Legenda Pulau Nusa adalah kita hendaklah mendengarkan saran dan nasihat orang lain demi kebaikan diri kita sendiri. Orang yang keras kepala dengan mengabaikan saran kebaikan akan merasakan kerugian sendiri di kemudian hari.
  1. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Indonesia : Legenda Batu Menangis

Cerita Rakyat Legenda Nusantara Batu Menangis
Cerita Rakyat Legenda Nusantara Batu Menangis
Syahdan hiduplah seorang janda miskin pada masa lampau, Mak Dasah namanya. Ia tinggal
di sebuah gubug reyot di pinggir hutan. Mata pencahariannya sehari-hari adalah bekerja di ladang sempit peninggalan mendiang suaminya. Sepulang dari berladang, Mak Dasah biasa mencari kayu bakar di hutan. Kayu-kayu bakar itu lantas dijualnya di perkampungan penduduk yang jauh letaknya dari tempat tinggalnya.
Mak Dasah mempunyai seorang anak gadis. Jelita namanya. Sesuai namanya, wajah Jelita amatlah cantik. Sayang, Jelita sangat pemalas. Hari-harinya dihabiskannya untuk berdandan dan bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan dirinya. Meski berulangu kali Mak Dasah mengingatkan agar dia merubah kelakuannya itu, namun Jelita
enggan menuruti nasihat ibunya. Ia tetap sangat malas, enggan membantu kerepotan ibunya.
Selain pemalas, Jelita juga sangat manja. Apapun yang dikehendakinya harus dituruti ibunya. Jika tidak dituruti, Jelita akan marah¬marah. Meski begitu buruk kelakuan anaknya, Mak Dasah tetap sayang dengan anak perempuannya itu. Meski sangat kerepotan, namun Mak Dasah akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi setiap permintaan Jelita. Namun, Jelita senantiasa meminta dan terus meminta, dia tidak peduli dengan keadaan ibunya.
Pada suatu hari Mak Dasah mengajak Jelita ke pasar. Jelita mau diajak ke pasar dengan mem¬berikan syarat, "Aku tidak mau berjalan bersama dengan Ibu. Ibu harus berjalan di belakangku." Mak Dasah terpaksa menuruti permintaan
anak gadisnya itu.
Jelita berangkat ke pasar dengan mengenakan pakaian terbaru sekaligus terbaik yang dimilikinya. Ia juga berdandan secantik-cantiknya seperti jika ia hendak menghadiri sebuah pesta. Ia lantas berjalan di depan ibunya yang mengenakan pakaian lusuh. Ibu dan anak itu begitu jauh berbeda dalam penampilan hingga orang yang tidak mengenal mereka tentu tidak akan menyangka jika mereka sesungguhnya ibu dan anak.
Tersebutlah seorang pemuda yang bertanya pada Jelita, "Wahai gadis cantik, apakah wanita berbaju lusuh yang berjalan di belakangmu itu ibumu?"
Jelita sejenak memandang pemuda yang bertanya padanya Tampan wajah pemuda itu. Melihat ketampanan pemuda itu, Jelita tiba-tiba merasa sangat malu mengakui Mak Dasah selaku ibu kandungnya. "Bukan!" katanya. "Ia bukan ibuku, melainkan pembantuku."
Betapa sedih dan sakit hati Mak Dasah ketika mendengar jawaban anak perempuannya. Dinasihatinya agar Jelita tidak berani lagi berkata seperti itu. "Jelita, anakku. Aku ini ibumu, orang yang melahirkanmu. Sungguh, sangat durhaka kelakuanmu jika engkau berani menganggapku sebagai pembantumu! Sadarlah engkau, wahai anakku."
Namun, Jelita tak menganggap nasihat ibu¬nya. Ia bahkan kian menjadi-jadi. Kepada orang-orang yang bertanya padanya selama dalam perjalanan itu, Jelita senantiasa tegas menjawab jika perempuan tua yang berjalan di belakangnya itu adalah pembantunya.
Hati dan perasaan Mak Dasah sangat seperti teriris sembilu. Ketika ia tidak lagi dapat menahan kesakitan hatinya, berdoalah Mak Dasah, kepada Tuhan, "Ya Tuhan, hamba tidak lagi menahan penghinaan anak harnba ini! benar telah membatu hati anak hamba ini, karena itu, Ya Tuhan, hukumlah anak hamba durhaka itu menjadi batu!"
Doa Mak Dasah dikabulkan.
Tak berapa lama kemudian kedua kaki Jelita berubah menjadi batu. Jelita sangat takut. Betapa mengerikannya perasaan yang dialaminya ketika mendapati kedua kaki berubah menjadi batu. la kian ketakutan mendapati pinggangnya pun berubah membatu. Sadarlah ia, semua itu terjadi karena kedurhakaan besarnya kepada ibunya. Maka dia pun berteriak-teriak, "Mak, ampuni aku! Ampuni aku! Ampuni kedurhakaan anakmu ini, Mak"
Namun, semuanya telah terlambat bagi Jelita. Mak Dasah hanya terdiam. Sama sekali Mak Dasah tidak berusaha mengabulkan permohonan anaknya yang telah berbuat durhaka terhadapnya. Ia merasa telah cukup mengalami penderitaan yang diakibatkan anaknya itu. Hingga akhirnya seluruh tubuh Jelita berubah menjadi batu.
Batu jelmaan Jelita itu terus meneteskan air seperti air mata penyesalan yang menetes dari mata Jelita. Orang-orang yang mengetahtui adanya air yang terus menetes dari batu itu kemudian menyebutnya Batu Menangis
Pesan Moral Dari Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Indonesia Batu Menangis adalah Durhaka terhadap kedua orang tua akan berbuah kemurkaan Tuhan kepada pelakunya. Kita hendaknya senantiasa menghormati orangtua dan patuh terhadap nasihat mereka.
Tags: